Thursday, August 18, 2011
Wednesday, August 17, 2011
Nusantara...puisi
Jangan sampai Nusantaraku yang indah tinggal kenangan..
hanya tertulis dalam buku sejarah dimasa depan nanti..
bahwa pernah ada sebuah negara yang besar dan jaya..
hancur karena ulah segelintir pemimpin yang rakus dan dengki..
Jangan sampai bumiku yang permai lenyap tak berbekas..
hanya tinggal kenangan dan legenda yang tersisa..
tak ada kebanggaan lagi yang bisa kita wariskan..
bagi anak dan cucu di masa depan...
by Diana Misan
Tuesday, August 2, 2011
Bulan puasa yang indah ...cerpen

Tak terasa kita sudah menginjak bulan puasa lagi. Alangkah cepatnya waktu berlalu. Setahun bak tiga bulan saja lamanya. Apa sampeyan juga merasa, bahwa semakin kita tua waktu kian cepat juga berjalan. Time goes by so fast..and you can stop it !. Padahal rasanya seperti baru kemarin terjadi, waktu saya masih duduk dikelas 5 SD, dan menghabiskan liburan bulan puasa yang panjang dirumah eyang putri yang terletak disebuah desa yang subur dan hijau. Di bawah kaki gunung Sumbing yang biru dan megah.

Hari pertama bulan puasa, saya bangun siang sekali, sekitar jam 10 pagi. Maklum sehabis sahur terus sibuk bercanda dengan sepupu saya. Dua gadis kecil yang masih balita semua.Wajah paman tidak secerah biasanya. Bibirnya terkatup rapat. Pasti ia sedang merindukan segelas kopi dan sebatang rokok, kebiasaan paman yang rutin setiap pagi
Setelah berpamitan dengan orang rumah, yang menatap kami dengan pandangan yang aneh dan penuh curiga, kami berangkat sambil membawa sebuah pedati mini yang ditarik oleh seekor kambing bandot yang besar sekali.
Eyang dan bibi ternganga melihat hasil kebun yang kami bawa. " Masyaa Allaah, teriak Eyang dengan mata terbelalak. " Mau diapakan sayuran dan buah-buahan sebanyak ini ?". Thursday, May 19, 2011
Monday, January 31, 2011
Test stress...you believe or not..

Coba amati gambar diatas ini baik-baik. Makin cepat dia bergerak, makin lemah jiwa anda menghadapi stress sehari-hari.
Thursday, December 2, 2010
Yang memberi dan mengambil..


Waktu saya masih kecil dulu, suka merinding bulu kuduk ku bila memandang Gunung Sumbing diwaktu malam. Waktu itu masih belum ada lampu-lampu yang menerangi lerengnya. Nampak begitu perkasa dan hitam legam. Bagaikan sesosok tubuh raksasa yang sedang berbaring tidur. Sebaliknya dengan Gunung Merapi, yang terlihat juga dari desa nenek saya. Kalau malam puncaknya selalu bersinar merah menyala, bagaikan sesosok tubuh raksasa yang berwarna kelabu, dengan wajah merah padam. Seperti raksasa yang sedang marah, kapan saja dia bisa mengamuk tanpa diduga.
Bagi saya gunung berapi adalah sebuah wajah. Yang punya dua sifat yang saling bertentangan. Yaitu, memberi dalam kurun waktu yang lama, dan mengambilnya lagi dalam waktu sekejap. Dia memberi kesuburan dan segala sumber kehidupan, tapi sekali waktu semua itu akan dimusnahkannya kembali dengan lahar, debu dan angin panasnya. Tapi setelah itu harmoni akan tercipta lagi. Seperti lingkaran yang terus berputar.


Selama bumi terbentuk, letusan sebuah gunung dapat mengubah jalan sebuah sejarah dalam hidup manusia. Semakin dashaat dia meledak, dampaknya akan terasa semakin hebat. Bahkan sampai jauh menyebar ke lain benua. Karena dia dapat merubah iklim sehari-hari. Hingga mengakibatkan bencana kelaparan dan mendatangkan wabah penyakit menular. Dalam jangka waktu tahunan lamanya. Misalnya gunung Tambora yang meletus pada tgl 10 April 1815 di pulau Sumbawa >> prov Nusatenggara barat.
Sebuah letusan yang dashaat sekali. Seperti 4 gunung Krakatau meletus bersama-sama. Dia menyemburkan magma hingga 100 km3, menyemburkan 400km3 debu ke langit yang tingginya sampai 44 km dari permukaan tanah. Sehingga mengubur dua kerajaan sekaligus, yaitu Pekat dan Tambora. Dari 170.000 jiwa populasi yang tersisa hanya sekitar 80.000 jiwa saja. Korban letusan langsung sebanyak 48.000 jiwa dan sisanya sekitar 44.000 jiwa meninggal akibat kelaparan dan penyakit menular. Karena perubahan iklim yang berubah drastis setelah Gunung Tambora meletus.
Gunung yang meletus dengan kekuatan 6 juta kali bom atom ini, membuat dunia gonjang ganjing. Suhu di bumi turun drastis hingga menyebabkan pendinginan global. Yang dampaknya hebat sekali bagi mereka yang tinggal dibenua Europa dan Amerika yang mengenal 4 musim. Karena pada tahun berikutnya 1816, musim panas tak muncul sama sekali. Akhir musim semi berubah menjadi awal musim gugur yang dingiin sekali.Maka panen gandum, jagung dan kentangpun gagal semua. Wabah penyakit pun merajalela. Di Britania dan Perancis, gudang-gudang gandum dijarah massa yang kelaparan hingga timbul kerusuhan dimana-mana. Tapi kekerasan yang paling parah terjadi di Swiss, yang tak punya pelabuhan sama sekali. Hingga pemerintah Swiss mengumumkan keadaan darurat Nasional. Letusan gunung Tambora menyebabkan salju berwarna coklat turun di Hongaria, dan salju berwarna merah turun di Italia, yang disebabkan oleh debu Vulkanik di Atmosfer.


Akibat letusan ini, maka jalan sejarahpun berubah. Karena Napoleon yang baru saja lolos dari pengasingannya di pulau Elba pada bulan Maret 1815, dan sempat berkuasa lagi di Perancis selama 100 hari, gerakannya pun menjadi terhambat sekali. Karena pasukan penopang Perancis dengan peralatan perangnya, lengkap dengan senjata berat, terhalang oleh lapisan lumpur tebal yang memenuhi semua jalan yang harus mereka lewati. Hingga gagasannya untuk menyerbu Brussel pun cuma jadi impian belaka. Karena bala bantuan yang ditunggunya tak kunjung tiba juga.
Akibatnya dia harus menyerah kalah kepada tentara Inggris, setelah melalui sebuah pertempuran yang seruu sekali di Waterloo. Setelah itu dia diasingkan lagi ke pulau Saint Helena dan menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang disana, sampai dia meninggal pada thn 1821. And you believe or not, ternyata kekalahan Napoleon di Waterloo itu, secara tidak langsung disebut "tangan Tuhan", lewat letusan gunung Tambora. Hingga tercatat dalam sejarah dunia yang kemudian berimpiklasi luas pada "peta bumi", termasuk system taktik dan politik pemerintah Belanda di Nusantara.
Sebuah syair yang selamat dari kerajaan Bima sempat berkisah :
"Bunyi bahananya sangat berjabuh, ditempuh air timpa habu.
"Berteriak memanggil anak dan ibu, disangkanya dunia menjadi kelabu".
BY Diana M ..>> tentang G. Tambora diambil dari arsip Wikipidia...
Sunday, August 29, 2010
Duh lelahnya kaki ini.....


Sampai kapan aku harus berjalan...
kakiku begitu nyeri dan pegal...
mengapa musibah ini datang...
disaat tubuhku tua dan renta...
oh masa muda yang gemilang...
begitu cepatnya kau menghilang....
Bagai rumahku didesa sana..
yang musnah ditelan gempa...
tinggal kenangan yang tersisa..
aku ingin pulang kawan...
tapi entah kemana...
cuma nyawaku yang masih ada...
Akhir mei 2006, by Diana M
Anak jalanan..puisi.


Kami tak pernah minta dilahirkan....
bila hidup cuma tergantung nasib...
tak kenal cinta dan kasih sayang..
tak mengerti apa itu welas asih...
tak pernah ada senyum ramah...
kami tak ada yang mau memiliki..
rumah kami di jalan-jalan kota..
dibawah hamparan tabir langit....
cuma satu yang bikin kami lega..
bila perut kami kenyang terisi...
dan tidur nyenyak dimana saja...'
tanpa ada rasa takut di hati....
medio juli 2006, Diana M
Cuma bisa pasrah sajalah......puisi


Kenapa tiap hari mesti begini kawan..
jantungku selalu berdebar kencang...
bila kami harus menyebrang kesana
lewat jembatan bambu licin dan basah...
biar aku digendong bapak yang tegar..
tapi rasa ngeriku tak pernah hilang..
emak berjalan oleng, bapak berjinjit...
hanya sungai dibawah yang jadi saksi..
betapa rapuhnya hidup keluarga ini..
dari hari ke hari tak pernah berakhir..
tapi kami cuma bisa pasrah pada takdir....
sampai kapan semua ini akan berhenti ?
by Diana Misan Juni 2006
Thursday, August 19, 2010
Karawang - Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
Chairil Anwar (1948)
Sunday, March 14, 2010
Monday, February 1, 2010
Tuesday, December 29, 2009
Wednesday, October 7, 2009
Menu Perancis...
Perancisinasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa
sebenarnya yang ia mau santap.
Misalnya:
---------
"filet mignon" (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
"pate de fois gras" (liver paste)
"chevalen" (daging kuda)
"Monsieur de Veau" (daging lembu muda, veal)
"Escargot d'France" (bekicot, keong) dsb.
Si Tumini yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia memasang menu sebagai berikut:
CHEF'S SPECIAL:
---------------
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Caf a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
and special today:
Loun Tounqe Saiyour [Lontong Sayur]
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan
Lupa Bayar!
by DM
Tuesday, September 29, 2009
Sejarah terulang kembali...

Pada suatu pagi di tahun 959 Caka (1057 M) , penduduk desa Kelagyan yang terletak di sebelah utara Kali Porong, terkejut setengah mati. Melihat air sungai Brantas yang semula mengalir ke utara, tiba-tiba berbalik arah jadi mengalir ke timur. Hingga semua kapal yang sedang berlayar ke laut, pada pagi hari itu terpaksa berlabuh di tepi sungai. Semua penduduk negeri Jenggala bingung dan panik melihat fenomena alam yang luar biasa ini. Dan airpun terus meluap kedaratan, melanda rumah-rumah dan sawah-sawah . Raja Erlangga yang mendengar berita ini cepat bertindak. Dia menyuruh rakyatnya bergotong royong membangun sebuah bendungan besar di Waringin Pitu. Untuk memaksa aliran air sungai Berantas mengalir kembali ke Utara. Hingga membuka kembali hubungan jalan air ke laut yang sangat penting artinya bagi ekonomi dan perdagangan rakyat di kerajaan itu. Semua peristiwa ini tertulis dalam Prasasti Kelagyan” zaman raja Erlangga berkuasa di kerajaan Jenggala. (1037 M). Kelagyan adalah nama desa Kelagen sekarang yang terletak di utara Kali Porong

Dan musibah ini terjadi lagi di zaman Majapahit . Yang disebut sebagai bencana " Banyu pindah" dicatat dalam buku Parataton ditahun 1256 Caka (1334 M). Hingga mengganggu kelancaran maritim kerajaan yang pada saat itu sedang giat menaklukan pulau-pulau besar dan kecil di Nusantara. Tapi puncaknya terjadi pada saat terbentuknya gunung anyar di tahun 1256 Caka ( 1374 M). Yang membuat zaman keemasan Majapahit berakhir. Pada saat itu orang terkuat di Majapahit, raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada sudah tak ada lagi.
Menurut penilitian James Nash (1932). " Hydrageologie der Brantas Vlakte". Yang menemukan bukti-bukti bahwa terbentuknya gunung anyar itu akibat terjadinya erupsi semburan lumpur dari sebelah selatan Jombang, Mojokerto dan Bangsal. Dan jalur itu membentuk jalan sepanjang 25 km panjangnya. Kalau saja erupsi lumpur pada zaman itu sekuat semburan lumpur Sidoarjo pada zaman kita sekarang ini, maka tak akan terbayangkan akibatnya. Karena semburan lumpur ini telah merusak pelabuhan Canggu di dekat Mojokerto. Hingga mereka tak dapat berlayar lagi ke laut lepas yang terletak di dekat kota SUrabaya sekarang. Membuat kerajaan Majapahit menjadi terisolir dengan dunia luar dan perekonomianpun mundur. Dan Majapahit benar-benar musnah pada tahun 1527 M , diserang oleh kerajaan Islam pertama di Jawa: Kerajaan Demak. Babad Tanah Jawi mencatat tahun keruntuhan Majapahit itu dalam suryasengkala “Sirna Ilang Kertaning Bumi” yaitu 1400 caka atau 1478 M. Setelah berdiri hampir 200 tahun lamanya.

Sabetulnya, banyak sekali ilmu dan peradaban tinggi yang hilang dari zaman nenek moyang kita. Bisa jadi karena disebabkan oleh bencana alam atau sengaja dilenyapkan oleh bangsa lain yang datang menjajah ke bumi Nusantara.
Misalnya teknologi modern yang dimiliki nenek moyang kita pada abad ke 8. Hingga mereka bisa membangun candi candi megah dan tinggi yang benar-benar berukuran segi empat dengan sudut 90 derajat >>Borobudur dan Prambanan. Padahal waktu itu orang di benua Europa masih hidup dalam abad kegelapan.
Harapan saya, jangan sampai kita mengalami hilangnya kepercayaan diri , disaat negara kita pada saat ini sedang dicoba oleh berbagai musibah, masalah dan kesulitan ekonomi yang datang silih berganti. Karena tanpa motivasi, semangat dan kepercayaan diri maka akan hilang jugalah arah yang kita pilih dan tuju. Seperti kapal yang kehilangan kompas. Karena sesungguhnya nafkah itu dapat dicari bila ada kemauan. Pekerjaan dapat di ciptakan seandainya ada semangat. Pendidikan dapat dijalankan selama ada rasa percaya diri. Dan keterpurukan ekonomi bisa diatasi kalau kita mau bekerja sama. Selama manusia punya gairah hidup maka jalan kearah kemajuan pasti akan datang dengan sendirinya. Sesungguhnya kita bisa belajar banyak dari sejarah nenek moyang kita.sumber www.dongenggeologi.com diceritakan kembali oleh DM
Sunday, September 27, 2009
For some one
I HATE YOU THEN I LOVE YOU (Celine Dion & Luciano Pavarotti)
I'd like to run away from you But if I were to leave you I would die I'd like to break the chains you put around me And yet I'll never try
No matter what you do you drive me crazy I'd rather be alone But then I know my life would be so empty As soon as you were gone
Impossible to live with you But I could never live without you For whatever you do / For whatever you do I never, never, never Want to be in love with anyone but you
You make me sad You make me strong You make me mad You make me long for you / You make me long for you
You make me live You make me die You make me laugh You make me cry for you / You make me cry for you
I hate you Then I love you Then I love you Then I hate you Then I love you more For whatever you do I never, never, never Want to be in love with anyone but you
ezt
by DM
You believe or not.....
Jalan Raya Pos Daendels, yang membentang 1000 km sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer sampai Penarukan , dibangun dibawah perintah Gubernur Jendral Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendles ( 1762-1818). Selesai dikerjakan dalam waktu hanya setahun saja. Sebuah prestasi yang luar biasa, karena dikerjakan dengan alat-alat sederhana seperti kapak, pacul dan palu. Rakyat yang dipaksa mengerjakan pekerjaan ini banyak yang mati digantung di tepi jalan, bila mereka tak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Tak heran bila pembuatan jalan ini telah memakan korban 12.000 jiwa.
Dalam catatan sejarah, di Jepara lahir 3 tokoh perempuan yang namanya sangat terkenal sekali. Yaitu :1. Ratu Sima, yang memerintah di kerajaan Kalingga pada thn 674 M. Dialah yang membuat kerajaan itu menjadi besar dan rakyatnya hidup makmur sekali.
2. Ratu Kalinyamat, yang pernah dua kali menyerang Malaka, yang pada saat itu dikuasai Portugis. Lebih dari 40 kapal dan 5000 prajurit dikerahkan. Hingga pada abad 16, P. Jawa bebas dari penjajahan Portugis. Begitu berkuasanya Ratu Kalinyamat, hingga penulis Portugis " Diego de Couto" menggambarkannya dengan Rainha de Jepara Senora Pederosa e Rica >> Ratu Jepara adalah seorang perempuan yang sangat berkuasa.
3. RA. Kartini >> yang berjuang untuk emansipasi perempuan di Indonesia, dan menulis sebuah buku yang terkenal sekali >> Habis gelap terbitlah terang.
Kekuasaan yang dibangun VOC di Nusantara memang luar biasa. Padahal pada abad 16 s/d 18, penduduk negeri Belanda hanya berjumlah 2 juta jiwa saja. Tapi mereka mampu membuat 1400 kapal layar besar yang mengadakan perjalanan 4000 kali ke Indonesia. Untuk menambah jumlah serdadu dan matrosnya, mereka merekut tenaga dari Jerman dan Skandinavia.
Di kecamatan Trowulan yang terletak dikabupaten Mojokerto, ada sebuah kolam besar yang bernama kolam Segaran. Konon menurut kisah, pada zaman pemerintahan raja Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar untuk menghormati kedatangan duta angkatan perang dari negeri China. Untuk memperlihatkan bahwa Majapahit adalah sebuah negara yang besar dan kaya raya, maka Raja Hayam Wuruk memerintahkan para abdinya untuk menyuguhkan semua hidangan dengan perkakas yang terbuat dari emas. Mulai dari piring, sendok dan nampan. Setelah perjamuan selesai, didepan semua tamunya sang baginda melemparkan semua perkakas makan itu kedalam kolam Segaran. Para tamupun ternganga. Dan sejak itu mereka menilai bahwa Majapahit itu memang sebuah negara besar yang patut dihormati.
Tuesday, September 22, 2009
Leak Bali....
Dari semua cerita horror yang pernah saya dengar atau saya lihat di film, cuma figur Calon arang inilah yang meninggalkan bekas yang dalam sekali. Saya masih duduk dikelas 3 SD, waktu mendengar cerita yang sereem banget ini dari Eyang putri yang suka ngasuh saya dulu. Sebuah kisah yang membuat bulu roma saya berdiri , jantung pun berdebar kencang, sampai 3 hari lamanya saya gak berani tidur sendirian..hehehe. Ceritanya kurang lebih begini :Calon Arang itu, adalah seorang janda dari desa Dirah, yang hidup pada abad 12 di zamannya Raja Erlangga. Dia mempunyai seorang anak perempuan yang cantik sekali namanya Ratna Manggali. Cuma sayang, tak ada lelaki yang berani mendekati Ratna M karena takut banget sama ibunya yang terkenal sebagai tukang sihir yang jahat . Jadi Calon Arang tersinggung berat. Sebagai pemuja dewi Durga, dia lalu minta bantuan kepada dewi yang menguasai kejahatan di dunia ini, untuk mengirim penyakit sampar ( semacam flu burung kali ye), untuk membunuh orang didesanya. Hingga banyak sekali orang yang meninggal kena wabah yang maha dashaat itu . Paginya kena demam..malamnya jiwa melayang.
Raja Erlangga yang dilapori tentang musibah ini, lalu minta tolong kepada empu Barada yang sakti untuk memecahkan masalah ini. Empu Baradah menyuruh muridnya Bahula, seorang prajurit yang tampan untuk melamar Ratna M. Dan setelah mereka menikah, Bahula lalu disuruh mencuri buku primbonnya Calon Arang yang berisi tentang semua rahasia ilmu sihirnya. Hingga empu Barada dapat mengalahkan janda yang ganas itu. Ini cerita garis besarnya, jadi kurang serem dan menarik.Tapi setelah Calon Arang mati dikalahkan oleh Barada, ternyata murid-muridnya masih mewarisi ilmunya yang disebut ilmu Leak. Dan terus diwarisi turun temurun oleh murid-murid mereka juga sampai zaman sekarang ini. Saya pernah dengar sendiri dari mulut orang yang menganut ilmu ini di Bali . Ternyata ilmu itu benar-benar ada. Cuma sangat rumit dan rahasia sekali. Susah banget untuk mencari guru yang mau mengajarkan ilmu ini kepada kita. Kalaupun bertemu syaratnya berat sekali. Salah satunya, tidak boleh memakan binatang berkaki 4 dan tidak boleh bersetubuh.
Makanya ilmu ini jarang sekali dimiliki oleh kaum lelaki. Kebanyakan yang suka ngeleak itu janda atau perempuan yang belum menikah, alias masih perawan asli gitu. Dan sebelum belajar ilmu leak, lebih dulu sang guru akan menanyakan otonan ( hari lahir versi Bali ), karena hal ini menyangkut kwalitas ilmu leaknya nanti. Misalnya dia lahir di otonan Sukra Pon Medangsia, berarti dewanya adalah Brahma. Jadi sifatnya sering emosial dan disenangi lawan jenisnya. Maka sang guru pun akan dapat mengukur ilmu yang akan diajarkannya kepada muridnya ini, agar tidak mencelakai dirinya sendiri. Tahap pertama sang murid akan diberi mantera dalam aksara Wayah dan Modre ( tulisan bali kuno), lalu tubuhnya akan dirajah dari atas sampai bawah, disebuah kuburan tua pada saat kajeng kliwon nyitan.
Sebenarnya ilmu leak ini asalnya dari tanah Jawa, campuran aliran Siwa dan Budha >> Bajrayana
1. Pertama kita diajari cara mengendalikan pernafasan, yang namanya Mekek Angkihan (Pranayama).
2. Setelah itu kita diberi ilmu Visualisasi >> Ninggalin Sanghyang menget
3. Lalu kita diberi ajaran bagaimana cara kita melindungi diri dengan tingkah laku yang halus dan jauh dari rasa dendam.>> Pengraksa Jiwa.
4. Terakhir kita harus belajar mengkombinasikan antara gerak pikiran dengan gerak tubuh >> Mudra. Dan gerakan mudra ini persis seperti tarian sisa nata praja. Sebuah tarian yang diciptakan oleh Calon Arang untuk memuja batari Durga. Setelah itu barulah kita belajar Meditasi, yang dalam leak disebut Ngeregep.
5. Dan pelajaran terakhir adalah ilmu melepas roh >> Mulih Sanghyang Atma Ring Bayu Sanda Idep. Melalui kekuatan pikiran dan batin yang istilah modernnya disebut Levitasi. Setelah mantera ilmu itu dibaca maka kita akan melihat badan kita terbujur kaku tanpa daya. Dan kesadaran kita berpindah ke jiwa kita. Kalau seorang murid sudah mencapai tingkat ini, maka berarti dia sudah berhasil menguasai ilmu Leak.

Sebetulnya , ilmu leak ini tidak seseram yang kita kira. Semua tergantung pada orang yang mempelajarinya. Kalau dia tak bisa mengalahkan emosinya, maka dia dapat berubah menjadi ilmu hitam yang ganas sekali. Seperti figur Calon Arang misalnya. Karena dasar ilmu leak ini adalah >> Sabar dan penuh Welas asih dalam mencapai sebuah tujuan dalam hidup ini.
Anda tak perlu kuatir dalam melawan ilmu leak yang disalah gunakan oleh pemiliknya, karena mantra yang mereka punyai tidak akan berhasil mempengaruhi jiwa kita. selama iman kita kuat dan hanya percaya kepada kekuasaan tunggal milik Tuhan yang Maha Esa. Biarpun mereka mencoba untuk berubah menjadi mahluk atau benda apa saja didepan kita, dengan jalan menyihir mata kita, tapi mereka tak kan berhasil merubah semua kewajaran yang kita lihat. Karena jiwa kita tak dapat dipengaruhi oleh mantra yang dibaca oleh mereka. Makanya banyak orang yang cuma mendengar tentang kedashatan ilmu leak ini, tapi cuma sedikit yang bisa dipengaruhi oleh ilmu yang sudah langka ini.
by DM
Friday, September 18, 2009
Mbah Surip >> cerpen
Malam yang gelap. Gerimis turun rintik-rintik. Awan kelabu bergantung tebal, menutupi bintang-bintang di langit. Angin bertiup kencang. Menghembus air kali Progo yang coklat berbuih. Hingga nampak bagaikan seekor ular raksasa yang sedang meliuk gelisah. Dingin terasa menusuk kulit. Hingga orang lebih senang tinggal dirumah . Minum kopi manis yang hangat sambil makan ubi dan kacang rebus.Dibawah gerimis yang turun kian deras, Mbah Surip berjalan tertatih-tatih. Sambil menggendong sebuah bakul di punggungnya, yang berisi sebilah parang yang tajam. Tubuhnya yang kurus dibalut keriput itu menggigil kedinginan. Kain dan kebayanya sudah basah kuyup tersiram air hujan. Yang bercampur dengan tetesan keringatnya sendiri. Sudah hampir sejam lamanya dia berjalan melintasi bulak-bulak sawah yang panjang yang terbentang luas di belakang desanya. Dan kini ia telah mendaki sebuah bukit kecil yang membatasi desanya dengan kali Progo .
Mbah Surip tersenyum. Membayangkan anak-anak kecil yang besok malam pasti ramai berebutan membeli gethuk singkong yang akan dijualnya disudut halaman rumah pak lurah. Yang besok malam punya hajat besar, sampai nanggap pertunjukan wayang kulit segala. Untuk merayakan hari perkawinan anak perempuannya yang paling besar. Sudah dua hari ini pemuda-pemuda di desanya giat bekerja . Membangun tenda buat tempat duduk tamu-tamu, membuat dapur darurat disamping rumah pak lurah, menyiapkan panggung untuk pertunjukan wayang kulit dan memasang hiasan janur kuning di beranda rumah pak lurah. Meskipun ia tak diundang oleh yang punya hajat, tapi hatinya merasa bungah dan riang. Karena ia bisa mencari rejeki besok malam. Jualannya pasti laris manis. Karena pasti banyak sekali orang yang datang berbondong-bondong dari desa-desa sebelah . Untuk menonton pertunjukan wayang yang pasti akan digelar semalam suntuk.
Setelah sakitnya terasa reda, perlahan-lahan ia beringsut mendekati parangnya yang menggeletak didekatnya. Tubuhnya masih gemetar disaat ia berjongkok menebas umbi-umbi singkong itu lepas dari batangnya. Perlahan-lahan dibersihkannya lapisan tanah tebal yang masih melekat di umbi-umbi singkong itu. Lalu dimasukannya kedalam bakulnya satu-persatu. Jumlahnya ada 7 buah. Besar kecil . Cukup untuk membuat gethuk setampah. Jadi ia tak perlu bersusah payah lagi mencabut batang singkong yang lain. Dan mbah Surip pun tersenyum lega.
Mbah Surip melingkarkan selendangnya ke bakul di depannya, yang kini sarat berisi umbi-umbi singkong. Setelah mengikat ke dua simpul ujung selendangnya ke dadanya ia berdiri dengan susah payah. Karena menahan beban di punggungnya yang terasa berat sekali. Hingga ia berjalan dengan tubuh membungkuk. Sambil menggenggam parangnya erat-erat. Dalam perjalanan pulang ia masih tergoda untuk menebas pisang kepok sesisir di kebun pak Marto carik desanya dan memetik berapa buah jagung di ladang pak lurah. Mereka semua sedang sibuk menyiapkan hajat besar besok malam, jadi tak punya waktu untuk memeriksa ladangnya malam ini, pikir mbah Surip untuk menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Karena dia mengenal baik ke dua orang itu, hingga mau tak mau ada perasaan takut dan bersalah didalam hatinya.
Malam semakin larut. Hujan turun perlahan. Diselingi bunyi petir yang menggelegar. Hingga langit yang hitam kadang nampak terbelah lebar oleh kilatan cahaya. Dan langkah Mbah Surip pun semakin lambat juga. Punggungnya terasa pegal dan ngilu. Sedang bakul yang digendongnya terasa kian berat juga. Membuat kakinya terseok oleng kian kemari, seperti anak kecil yang baru belajar berjalan. Nafasnya terengah-engah. Tapi ia tersenyum lega, waktu melihat hamparan sawah yang gelap di depannya. Mulutnya komat kamit membaca doa, "Gusti Allah berilah hambamu ini kekuatan untuk berjalan sampai kerumah". Badanku lelaah sekali, aku hanya ingin berbaring sebentar di amben bambuku".




