Wednesday, October 7, 2009
Menu Perancis...
Perancisinasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa
sebenarnya yang ia mau santap.
Misalnya:
---------
"filet mignon" (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
"pate de fois gras" (liver paste)
"chevalen" (daging kuda)
"Monsieur de Veau" (daging lembu muda, veal)
"Escargot d'France" (bekicot, keong) dsb.
Si Tumini yang warungnya sering dikunjungi turis (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia memasang menu sebagai berikut:
CHEF'S SPECIAL:
---------------
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Caf a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)
and special today:
Loun Tounqe Saiyour [Lontong Sayur]
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan
Lupa Bayar!
by DM
Tuesday, September 29, 2009
Sejarah terulang kembali...

Pada suatu pagi di tahun 959 Caka (1057 M) , penduduk desa Kelagyan yang terletak di sebelah utara Kali Porong, terkejut setengah mati. Melihat air sungai Brantas yang semula mengalir ke utara, tiba-tiba berbalik arah jadi mengalir ke timur. Hingga semua kapal yang sedang berlayar ke laut, pada pagi hari itu terpaksa berlabuh di tepi sungai. Semua penduduk negeri Jenggala bingung dan panik melihat fenomena alam yang luar biasa ini. Dan airpun terus meluap kedaratan, melanda rumah-rumah dan sawah-sawah . Raja Erlangga yang mendengar berita ini cepat bertindak. Dia menyuruh rakyatnya bergotong royong membangun sebuah bendungan besar di Waringin Pitu. Untuk memaksa aliran air sungai Berantas mengalir kembali ke Utara. Hingga membuka kembali hubungan jalan air ke laut yang sangat penting artinya bagi ekonomi dan perdagangan rakyat di kerajaan itu. Semua peristiwa ini tertulis dalam Prasasti Kelagyan” zaman raja Erlangga berkuasa di kerajaan Jenggala. (1037 M). Kelagyan adalah nama desa Kelagen sekarang yang terletak di utara Kali Porong

Dan musibah ini terjadi lagi di zaman Majapahit . Yang disebut sebagai bencana " Banyu pindah" dicatat dalam buku Parataton ditahun 1256 Caka (1334 M). Hingga mengganggu kelancaran maritim kerajaan yang pada saat itu sedang giat menaklukan pulau-pulau besar dan kecil di Nusantara. Tapi puncaknya terjadi pada saat terbentuknya gunung anyar di tahun 1256 Caka ( 1374 M). Yang membuat zaman keemasan Majapahit berakhir. Pada saat itu orang terkuat di Majapahit, raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada sudah tak ada lagi.
Menurut penilitian James Nash (1932). " Hydrageologie der Brantas Vlakte". Yang menemukan bukti-bukti bahwa terbentuknya gunung anyar itu akibat terjadinya erupsi semburan lumpur dari sebelah selatan Jombang, Mojokerto dan Bangsal. Dan jalur itu membentuk jalan sepanjang 25 km panjangnya. Kalau saja erupsi lumpur pada zaman itu sekuat semburan lumpur Sidoarjo pada zaman kita sekarang ini, maka tak akan terbayangkan akibatnya. Karena semburan lumpur ini telah merusak pelabuhan Canggu di dekat Mojokerto. Hingga mereka tak dapat berlayar lagi ke laut lepas yang terletak di dekat kota SUrabaya sekarang. Membuat kerajaan Majapahit menjadi terisolir dengan dunia luar dan perekonomianpun mundur. Dan Majapahit benar-benar musnah pada tahun 1527 M , diserang oleh kerajaan Islam pertama di Jawa: Kerajaan Demak. Babad Tanah Jawi mencatat tahun keruntuhan Majapahit itu dalam suryasengkala “Sirna Ilang Kertaning Bumi” yaitu 1400 caka atau 1478 M. Setelah berdiri hampir 200 tahun lamanya.

Sabetulnya, banyak sekali ilmu dan peradaban tinggi yang hilang dari zaman nenek moyang kita. Bisa jadi karena disebabkan oleh bencana alam atau sengaja dilenyapkan oleh bangsa lain yang datang menjajah ke bumi Nusantara.
Misalnya teknologi modern yang dimiliki nenek moyang kita pada abad ke 8. Hingga mereka bisa membangun candi candi megah dan tinggi yang benar-benar berukuran segi empat dengan sudut 90 derajat >>Borobudur dan Prambanan. Padahal waktu itu orang di benua Europa masih hidup dalam abad kegelapan.
Harapan saya, jangan sampai kita mengalami hilangnya kepercayaan diri , disaat negara kita pada saat ini sedang dicoba oleh berbagai musibah, masalah dan kesulitan ekonomi yang datang silih berganti. Karena tanpa motivasi, semangat dan kepercayaan diri maka akan hilang jugalah arah yang kita pilih dan tuju. Seperti kapal yang kehilangan kompas. Karena sesungguhnya nafkah itu dapat dicari bila ada kemauan. Pekerjaan dapat di ciptakan seandainya ada semangat. Pendidikan dapat dijalankan selama ada rasa percaya diri. Dan keterpurukan ekonomi bisa diatasi kalau kita mau bekerja sama. Selama manusia punya gairah hidup maka jalan kearah kemajuan pasti akan datang dengan sendirinya. Sesungguhnya kita bisa belajar banyak dari sejarah nenek moyang kita.sumber www.dongenggeologi.com diceritakan kembali oleh DM
Sunday, September 27, 2009
For some one
I HATE YOU THEN I LOVE YOU (Celine Dion & Luciano Pavarotti)
I'd like to run away from you But if I were to leave you I would die I'd like to break the chains you put around me And yet I'll never try
No matter what you do you drive me crazy I'd rather be alone But then I know my life would be so empty As soon as you were gone
Impossible to live with you But I could never live without you For whatever you do / For whatever you do I never, never, never Want to be in love with anyone but you
You make me sad You make me strong You make me mad You make me long for you / You make me long for you
You make me live You make me die You make me laugh You make me cry for you / You make me cry for you
I hate you Then I love you Then I love you Then I hate you Then I love you more For whatever you do I never, never, never Want to be in love with anyone but you
ezt
by DM
You believe or not.....
Jalan Raya Pos Daendels, yang membentang 1000 km sepanjang utara pulau Jawa, dari Anyer sampai Penarukan , dibangun dibawah perintah Gubernur Jendral Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendles ( 1762-1818). Selesai dikerjakan dalam waktu hanya setahun saja. Sebuah prestasi yang luar biasa, karena dikerjakan dengan alat-alat sederhana seperti kapak, pacul dan palu. Rakyat yang dipaksa mengerjakan pekerjaan ini banyak yang mati digantung di tepi jalan, bila mereka tak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Tak heran bila pembuatan jalan ini telah memakan korban 12.000 jiwa.
Dalam catatan sejarah, di Jepara lahir 3 tokoh perempuan yang namanya sangat terkenal sekali. Yaitu :1. Ratu Sima, yang memerintah di kerajaan Kalingga pada thn 674 M. Dialah yang membuat kerajaan itu menjadi besar dan rakyatnya hidup makmur sekali.
2. Ratu Kalinyamat, yang pernah dua kali menyerang Malaka, yang pada saat itu dikuasai Portugis. Lebih dari 40 kapal dan 5000 prajurit dikerahkan. Hingga pada abad 16, P. Jawa bebas dari penjajahan Portugis. Begitu berkuasanya Ratu Kalinyamat, hingga penulis Portugis " Diego de Couto" menggambarkannya dengan Rainha de Jepara Senora Pederosa e Rica >> Ratu Jepara adalah seorang perempuan yang sangat berkuasa.
3. RA. Kartini >> yang berjuang untuk emansipasi perempuan di Indonesia, dan menulis sebuah buku yang terkenal sekali >> Habis gelap terbitlah terang.
Kekuasaan yang dibangun VOC di Nusantara memang luar biasa. Padahal pada abad 16 s/d 18, penduduk negeri Belanda hanya berjumlah 2 juta jiwa saja. Tapi mereka mampu membuat 1400 kapal layar besar yang mengadakan perjalanan 4000 kali ke Indonesia. Untuk menambah jumlah serdadu dan matrosnya, mereka merekut tenaga dari Jerman dan Skandinavia.
Di kecamatan Trowulan yang terletak dikabupaten Mojokerto, ada sebuah kolam besar yang bernama kolam Segaran. Konon menurut kisah, pada zaman pemerintahan raja Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar untuk menghormati kedatangan duta angkatan perang dari negeri China. Untuk memperlihatkan bahwa Majapahit adalah sebuah negara yang besar dan kaya raya, maka Raja Hayam Wuruk memerintahkan para abdinya untuk menyuguhkan semua hidangan dengan perkakas yang terbuat dari emas. Mulai dari piring, sendok dan nampan. Setelah perjamuan selesai, didepan semua tamunya sang baginda melemparkan semua perkakas makan itu kedalam kolam Segaran. Para tamupun ternganga. Dan sejak itu mereka menilai bahwa Majapahit itu memang sebuah negara besar yang patut dihormati.
